SEKAYU, Buana Sumsel- Hasil
dari Ujian Nasional untuk tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP)
Kabupaten Musi Banyuasin pada mata pelajaran bahasa Indonesia Anjelok,
Prihal itu membauat beberapa kalangan terpaksa harus estara
keras mencari penyebabnya `itu, sementara guru dan pasilitas lainya
sudah memadai
Herman Eka,Kasi Kurikulum Diknas Musi Banyuasin saat dikonfirmasi
mengakui rata-rata siswa SMP yang tidak lulus alias mengulang karena
jebloknya nilai pelajaran bahasa Indonesia,”
Herman Eka masih belum bisa menjelaskan
penyebab ketidak lulusan siswa di mata pelajaran Bahasa Indonesia karena
jumlah tenaga pengajar sudah cukup sehingga akan menjadi evaluasi
tersendiri katanya .
Herman merinci jumlah siswa SMP yang
tidak lulus di Muba sebanyak 160 orang, dengan rinciannya siswa SMP
Negeri dan swasta yang tidak lulus 96 orang dari 6.524 siswa yang
terdaftar mengikuti UN, dan untuk siswa MTs Negeri dan swasta yang tidak
lulus 64 orang dari 1.104 siswa yang mengikuti UN. Sedangkan untuk
siswa sekolah terbuka yang diikuti 23 siswa semuanya lulus 100 persen.
Namun untuk presentase kelulusan siswa
SMP mencapai 98,527 persen untuk siswa SMPN dan swasta sedangkan untuk
MTS tingkat kelulusannya mencapai 94.521 persen. Data yang dihimpun di
kantor Diknas Muba kemarin sekolah negeri yang siswanya paling banyak
yang tidak lulus yakni SMPN 3 Babat Toman dari 76 peserta yang mengikuti
UN ada 32 siswa yang terpaksa mengulang.
Sementara itu secara umum seperti di SMPN 8 dan SMPN 1 Sekayu saat
berlangsung pengumuman kelulusan berjalan tertib dan aman. SMPN 1
siswanya lulus 100 persen, berbeda di SMPN 2 sekayu ada 4 siswanya
terpaksa mengulang.
(Wan)